Dikbud Malut Genjot Literasi Digital Guru lewat Pelatihan Coding-AI
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara mulai mempercepat transformasi pendidikan digital dengan menggelar pelatihan Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI) bagi guru dan pengawas SMA, SMK, dan SLB se-Maluku Utara. Kegiatan yang berlangsung di Muara Hotel pada 17–19 Mei 2026 itu dinilai menjadi langkah strategis menghadapi perubahan besar dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0.
Pelatihan tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa coding dan kecerdasan artifisial bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar dalam sistem pendidikan modern.
“Coding dan AI sudah menjadi bagian penting. Ini bukan lagi sekadar tren 2025-2026, tetapi sudah menjadi basic need atau kebutuhan dasar dalam dunia pendidikan,” kata Abubakar.
Menurutnya, transformasi digital di sektor pendidikan merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Perubahan zaman, kata dia, memaksa dunia pendidikan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang bergerak cepat.
Ia menyebut, pendidikan kini menjadi salah satu sektor terbesar yang terdampak transformasi digital secara global. Karena itu, kesiapan guru menjadi faktor penting untuk memastikan peserta didik mampu menghadapi dinamika zaman.
“Kita harus menyiapkan siswa dan guru agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan dinamika perkembangan teknologi,” ujarnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Rastam Sudirman, menjelaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir komputasional guru. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan dasar coding serta pemanfaatan AI untuk penyusunan perangkat ajar, asesmen, hingga media pembelajaran.
Pelatihan ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya inovasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta ditargetkan memahami konsep dasar coding dan AI, mampu membuat proyek sederhana berbasis coding, hingga menghasilkan produk pembelajaran digital hasil pelatihan.
Langkah yang dilakukan Pemprov Maluku Utara ini dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, sekaligus menjawab tantangan transformasi digital yang semakin masif di Indonesia.
Kegiatan itu turut hadir Sekretaris Dikbud Sofyan, Kabid GTK Ramli Kamaludin, Kabid Pembinaan SLB Ruslan, Kabid Pembinaan SMK Makmur, dan para Kepala Cabang Dinas.
Link Berita : https://rri.co.id/ternate/regional/2419604/dikbud-malut-genjot-literasi-digital-guru-lewat-pelatihan-coding-ai
Berita Terkait
Resmi Kantongi Izin Operasional, SMA Alkhairat Lemo-Lemo Siap Majukan Pendidikan di Gane Barat
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara secara resmi menyerahkan izin operasional kepada SMA Alkhairat Lemo-Lemo, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Senin (18/5/2026), dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh antusias masyarakat.Penyerahan izin operasional dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara yang diantar langsung oleh Kepala Bidang SMA, Ismain dan Kepala Bidang Kebudayaan, Darwin.Izin operasional tersebut diserahkan secara simbolis kepada Kepala SMA Alkhairat Lemo-Lemo, Said Usman, sebagai legalitas resmi penyelenggaraan pendidikan tingkat menengah atas di wilayah tersebut.Kegiatan ini turut dihadiri masyarakat Desa Lemo-Lemo, Komite Sekolah, Dewan Guru, tokoh agama, Pemerintah Desa Lemo-Lemo, hingga perwakilan akademisi dari Universitas Bumi Hijrah Tidore, Sidin Usman.Dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara yang dibacakan oleh Kabid Kebudayaan, disampaikan bahwa terbitnya izin operasional SMA Alkhairat Lemo-Lemo menjadi catatan penting bagi perkembangan pendidikan di Kecamatan Gane Barat.“Penerbitan dan penyerahan izin operasional ini bukan sekadar dokumen administrasi resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara. Dokumen ini adalah pengakuan negara, tanda sahnya keberadaan, serta bukti nyata perhatian dan dukungan pemerintah terhadap keinginan besar masyarakat di wilayah ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak bangsa,” demikian kutipan sambutan Kadis Pendidikan.Pihak Dinas juga mengapresiasi langkah Yayasan Alkhairat yang telah berinisiatif mendirikan sekolah tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda di wilayah selatan Halmahera.Menurutnya, kehadiran SMA Alkhairat Lemo-Lemo akan melengkapi akses pendidikan masyarakat sehingga para siswa tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.“Ini adalah wujud pemerataan layanan pendidikan yang menjadi prioritas utama pembangunan di Maluku Utara,” lanjutnya.Dalam sambutan itu juga ditegaskan bahwa izin operasional bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kualitas tenaga pendidik, serta membentuk generasi muda yang berakhlak dan berdaya saing.Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan pembinaan agar SMA Alkhairat Lemo-Lemo dapat berkembang menjadi sekolah berkualitas dan menjadi kebanggaan masyarakat Gane Barat.Sementara itu, Kepala SMA Alkhairat Lemo-Lemo, Said Usman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada sekolah tersebut.“Kami berkomitmen menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya demi peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak di Desa Lemo-Lemo dan wilayah sekitarnya,” katanya.Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh tamu undangan sebagai bentuk rasa syukur atas terbitnya izin operasional SMA Alkhairat Lemo-Lemo.Link Berita : https://marasai.id/good-news/9209/resmi-kantongi-izin-operasional-sma-alkhairat-lemo-lemo-siap-majukan-pendidikan-di-gane-barat
Tidak Ada Jalur Titipan, Catat Empat Jalur SPMB 2026 Maluku Utara
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 akan dilakukan secara penuh berbasis online dengan penguatan pengawasan dan verifikasi data untuk menjamin proses yang adil dan akuntabel.Hal itu disampaikan Sekretaris Dikbud sekaligus Ketua Panitia SPMB Maluku Utara 2026, Sofyan, usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD), uji publik, dan sosialisasi petunjuk teknis SPMB jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berlangsung di SMA Negeri 10 Kota Ternate, Senin 18 Mei 2026.Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Ombudsman Republik Indonesia, BPMP, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ternate, unsur SMA, SMK, SLB, perwakilan SMP, hingga media massa.Menurut Sofyan, berbagai masukan strategis muncul dalam FGD tersebut, termasuk usulan dari Ombudsman terkait penerapan masa sanggah dalam proses pendaftaran.“FGD tadi banyak saran yang disampaikan, terutama dari Ombudsman terkait masa sanggah yang akan dibuat dalam proses pendaftaran nanti. Tujuannya agar setiap data pendaftar bisa diverifikasi dan dipastikan benar serta tepat,” ujar Sofyan kepada awak media.Ia menjelaskan, seluruh proses pendaftaran tahun ini dirancang menggunakan sistem online sehingga panitia akan memperkuat mekanisme pengawasan dan validasi data peserta.“Karena sistem pendaftaran tahun ini full online, maka semua masukan dari peserta FGD akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan SPMB bisa berjalan adil dan akuntabel,” katanya.Meski demikian, pemerintah tetap memberikan pengecualian bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya daerah yang masih mengalami keterbatasan akses internet atau blank spot.Menurut Sofyan, wilayah-wilayah tersebut tidak diwajibkan mengikuti sistem online secara penuh demi memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan akses pendidikan.Panitia juga menegaskan komitmennya menutup ruang praktik titipan atau jalur “orang dalam” dalam proses penerimaan siswa baru.Sofyan menyebut, instruksi tegas telah disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, agar pelaksanaan SPMB berlangsung transparan tanpa intervensi pihak mana pun.“Tidak ada orang dalam dan tidak ada titip-titip. Kami memastikan seluruh anak di Maluku Utara setelah SPMB ini harus berada di kelas 10 pada satuan pendidikan SMA, SMK, maupun SLB,” kata Sofyan.Hanya ada empat jalur SPMB, yaitu jalur Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi (perpindahan tugas orang tua).FGD dan sosialisasi juknis ini juga dihadiri Plt Kepala Dinas Sosial Maluku Utara, Zen Kasim, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ternate, Sutopo Abdullah.Link Berita : https://rri.co.id/ternate/regional/2421923/tidak-ada-jalur-titipan-catat-empat-jalur-spmb-2026-maluku-utara
Pelajar Malut Unjuk Inovasi Robotik, SMAN 2 Ternate Jadi Panggung Talenta Teknologi Masa Depan
Semangat penguasaan teknologi dan inovasi robotik mulai tumbuh kuat di kawasan timur Indonesia. SMA Negeri 2 Ternate, Maluku Utara, menggelar Pameran Expo dan Camp Robotik 2026 sebagai wadah pengembangan talenta siswa di bidang sains dan teknologi.Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Gubernur Maluku Utara Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam mendorong pelajar Maluku Utara melek teknologi digital dan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.Kegiatan bertema “Inovasi Robotik untuk Pendidikan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan” itu resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, di halaman SMA Negeri 2 Ternate, Kelurahan Ubo-Ubo, Kecamatan Ternate Tengah, Senin (18/5/2026).Ketua panitia pelaksana, Nursahida Salim, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan inovasi teknologi dan keterampilan STEM siswa, sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat dan kolaboratif.“Ajang ini diharapkan mampu meningkatkan minat dan bakat siswa di bidang teknologi dan robotik, mengembangkan kemampuan problem solving dan berpikir logis, menjadi ruang apresiasi karya inovasi siswa, serta mendorong kolaborasi antarsekolah,” ujarnya.Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai SMA dan SMK di Maluku Utara, serta mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Khairun. Total peserta mencapai 89 orang, terdiri dari 64 siswa SMA/SMK dan 25 mahasiswa Fakultas Teknik.Berbagai kategori diperlombakan, mulai dari Robot Line Follower, Robot Sumo, hingga Robot Inovasi. Selain kompetisi robotik, peserta juga menampilkan karya dalam Expo Robotik berupa pameran inovasi, atraksi robot, dan presentasi konsep pemanfaatan teknologi robotik dalam kehidupan sehari-hari.Kepala SMA Negeri 2 Ternate Amiruddin S. Rdjilun, menegaskan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pelajar di kawasan timur Indonesia mampu bersaing dalam penguasaan teknologi.“Acara ini sederhana, tetapi tujuannya besar. Kami ingin mematahkan stigma bahwa pelajar di kawasan timur Indonesia tidak kalah dengan siswa-siswi di wilayah barat dalam penguasaan teknologi,” kata Amiruddin.Menurutnya, kemampuan siswa dalam merancang dan mengembangkan robot lahir dari semangat belajar mandiri melalui platform digital, komunitas, dan kolaborasi antarpelajar.“Mereka belajar lewat YouTube, komunitas, dan saling mengajar. Ini membuktikan bahwa ketika diberi ruang, fasilitas, dan kepercayaan, anak-anak kita bisa berkembang pesat,” ujarnya.Amiruddin juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, menjaga nama baik sekolah, serta terus mengembangkan inovasi meski kompetisi telah selesai.Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal lahirnya generasi muda Maluku Utara yang unggul di bidang teknologi dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.Artikel ini telah tayang di TribunTernate.com dengan judul Pelajar Malut Unjuk Inovasi Robotik, SMAN 2 Ternate Jadi Panggung Talenta Teknologi Masa Depan, https://ternate.tribunnews.com/maluku-utara/100413/pelajar-malut-unjuk-inovasi-robotik-sman-2-ternate-jadi-panggung-talenta-teknologi-masa-depan#google_vignette.Penulis: Sansul Sardi | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf