LHKPN Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara
Untuk LHKPN Tahun 2023 dan 2024 bisa dilihat disini
📎 Lampiran (2)
Berita Terkait
Sistem Merit Diterapkan, 80 Bakal Calon Kepala Sekolah Malut Ikuti Pelatihan
RRI.CO.ID, Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyiapkan 80 calon kepala sekolah SMA dan sederajat melalui pelatihan berbasis kompetensi. Proses ini diarahkan untuk memperkuat penerapan sistem merit dalam pengisian jabatan kepala sekolah di lingkungan pemerintah provinsi.Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) 2026 tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan melalui UPT Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Maluku Utara. Pelatihan berlangsung selama 17 hari, terdiri atas tujuh hari pembelajaran asinkronus dan 10 hari pembelajaran sinkronus.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara Abubakar Abdullah membuka pelatihan tersebut pada Ahad, 27 September 2026.Abubakar mengatakan pengisian jabatan kepala sekolah harus didasarkan pada kompetensi, kinerja, serta kebutuhan organisasi. Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis kompetensi.“Pengangkatan kepala sekolah harus dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi. Kita ingin memastikan kepala sekolah yang diberi amanah benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan dan manajerial yang dibutuhkan sekolah,” kata Abubakar.Dia menegaskan sistem merit diperlukan untuk mencegah pengisian jabatan kepala sekolah berdasarkan pertimbangan personal.“Jangan sampai pengangkatan kepala sekolah menggunakan pendekatan like and dislike. Kita ingin prosesnya transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.Sebanyak 80 peserta yang mengikuti pelatihan itu merupakan hasil seleksi berjenjang. Dari 120 calon yang mengikuti seleksi administrasi, peserta kemudian disaring melalui seleksi substansi hingga tersisa 80 orang.Mereka diproyeksikan untuk mengisi kebutuhan kepala sekolah berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara.Namun, Abubakar menekankan bahwa mengikuti pelatihan BCKS tidak otomatis membuat peserta diangkat menjadi kepala sekolah. Hasil akhir akan mempertimbangkan capaian masing-masing peserta dalam seluruh tahapan pelatihan.“Yang menentukan nanti adalah hasil yang diperoleh masing-masing peserta. Karena itu, seluruh proses harus dilakukan secara objektif,” katanya.Untuk menjaga objektivitas tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan UPT KGTK Provinsi Maluku Utara. Kerja sama itu mencakup pelaksanaan pelatihan, penilaian, dan proses penyiapan calon kepala sekolah.Abubakar berharap mekanisme berbasis kompetensi itu tidak berhenti pada pemenuhan syarat administratif. Menurut dia, kepala sekolah yang dihasilkan harus memiliki kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan pedagogis yang memadai.“Yang kita siapkan bukan sekadar orang untuk menduduki jabatan kepala sekolah, tetapi pemimpin pembelajaran yang mampu membawa sekolah menjadi lebih baik,” kata Abubakar.https://rri.co.id/ternate/regional/2769295/sistem-merit-diterapkan-80-bakal-calon-kepala-sekolah-malut-ikuti-pelatihan
HUT RI di Pulau Rao Morotai, Kadikbud Jadi Irup Sekaligus Bawa Bantuan Komputer Gubernur untuk Sekolah
Sofifi, malutpost.com -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Provinsi Maluku Utara (Malut), Abubakar Abdullah, menjadi inspektur upacara (Irup) peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMA Kristen Posi-Posi Rao, Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai.Bukusejarah MalukuUpacara yang berlangsung pagi tadi di wilayah terpencil tersebut diikuti para pelajar tingkat SD, SMP dan SMA, para guru, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara bersama Cabang Dinas Pendidikan Pulau Morotai.Kehadiran Kadikbud Malut di Pulau Rao merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Pemerintah provinsi ingin memastikan momentum kemerdekaan tidak hanya dirasakan masyarakat di pusat pemerintahan, tetapi juga anak-anak sekolah di wilayah kepulauan dan terpencil.“Kami ingin anak-anak di pulau terpencil merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Negara hadir dan pemerintah hadir bersama mereka,” tegas Abubakar, Senin (17/8/2026).Untuk mencapai SMA Kristen Posi-Posi Rao, rombongan Dikbud Malut harus menempuh perjalanan panjang. Dari Sofifi menuju Tobelo dan Daruba kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, sekitar 1,5 jam.Ia menceritakan, perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan perahu menuju Pulau Rao. Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan tantangan nyata akses pendidikan di wilayah kepulauan Maluku Utara. SMA Kristen Posi-Posi Rao, kata Abubakar, tidak hanya menampung siswa dari wilayah setempat. Sejumlah pelajar berasal dari pulau-pulau tetangga dan harus menyeberangi laut menggunakan perahu untuk bersekolah.“Bagi mereka, pergi ke sekolah bukan perkara sederhana. Mereka harus menyeberangi laut. Tetapi semangat mereka untuk belajar tidak pernah surut,” ujar Abubakar.Menurut Abubakar, pelaksanaan upacara kemerdekaan di wilayah terpencil bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran pemerintah di tengah pelajar menjadi bagian penting dalam menanamkan nasionalisme sekaligus memastikan anak-anak di pelosok merasakan kehadiran negara.“Di pulau terpencil kita kibarkan Merah Putih, di sekolah kita tanamkan nasionalisme. Laut boleh memisahkan pulau, tetapi tidak boleh memisahkan cita-cita anak-anak Indonesia,” ujar Abubakar.Ia menegaskan, anak-anak di wilayah terpencil memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan mengembangkan potensi. Karena itu, pemerataan layanan pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terpencil.Tak hanya mengikuti upacara, Pemprov Malut melalui dinas pendidikan juga membawa bantuan komputer dari Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk SMA Kristen Posi-Posi Rao, serta sekolah lainnya, termasuk SMA dan SMA BPD Leo-Leo, Kecamatan Morotai Selatan.Bukusejarah Maluku“Kami datang bukan hanya untuk upacara. Kami ingin melihat langsung kondisi sekolah, mendengar kebutuhan anak-anak dan guru, serta membawa dukungan yang bisa membantu proses pembelajaran," kata Abubakar. (nar)
FLS3N MALUKU UTARA Cari Bintang Seni Masa Depan
RRI.CO.ID, Ternate – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 yang dipusatkan di Aula SMA Negeri 5 Ternate, Sabtu 13 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang seleksi bagi siswa terbaik yang akan mewakili Maluku Utara pada kompetisi tingkat nasional.Pembukaan FLS3N dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, dan dihadiri jajaran Dikbud, kepala cabang dinas, serta para kepala sekolah dari berbagai daerah.Dalam sambutannya, Abubakar mengapresiasi meningkatnya jumlah peserta yang mengikuti ajang tersebut. Berdasarkan data yang terdaftar di portal penyelenggara, jumlah peserta tahun ini mencapai 357 orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berkisar seratus peserta.Meski demikian, ia menilai partisipasi sekolah masih perlu ditingkatkan karena belum seluruh satuan pendidikan di Maluku Utara terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, ajang seni dan sastra memiliki peran penting dalam membangun karakter peserta didik, menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, serta mengajarkan tata kelola kegiatan yang baik.“Keaktifan dan keterlibatan peserta sudah meningkat, tetapi tahun depan harus terus ditingkatkan sehingga lebih banyak sekolah di Maluku Utara dapat berpartisipasi dalam seluruh event yang telah ditetapkan secara nasional,” ujarnya.Abubakar juga meminta dewan juri menjaga profesionalisme selama proses penilaian agar peserta yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi dan mampu bersaing di tingkat nasional. Ia optimistis proses seleksi akan berjalan objektif dan menghasilkan wakil terbaik bagi Maluku Utara.Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Amrin Udin, menjelaskan bahwa penyelenggaraan FLS3N merupakan bagian dari implementasi kebijakan Manajemen Talenta Nasional di bidang seni dan budaya serta upaya mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh peserta didik.Menurut Amrin, ajang tersebut merupakan pengembangan dari Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang selama ini rutin digelar setiap tahun. Seiring perkembangan kebijakan pendidikan nasional, sejak 2025 kegiatan tersebut dikembangkan menjadi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).Ia mengatakan, penyelenggaraan FLS3N bertujuan menjaring talenta terbaik di bidang seni dan sastra untuk mewakili Maluku Utara pada tingkat nasional.“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu melestarikan seni budaya daerah, membentuk karakter peserta didik yang kreatif dan mandiri, serta meningkatkan apresiasi terhadap seni dan sastra di kalangan pelajar,”ujar Amrin.Berdasarkan laporan panitia, sebanyak 357 peserta tercatat dalam portal Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). Dari jumlah tersebut, 234 peserta mengikuti seleksi tingkat kabupaten/kota, sementara 97 peserta berhasil lolos ke seleksi tingkat provinsi dan akan berkompetisi pada 16 cabang lomba.Para pemenang tingkat provinsi nantinya akan menjadi wakil Maluku Utara dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional tingkat nasional yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari seluruh Indonesia.https://rri.co.id/ternate/regional/2489770/fls3n-maluku-utara-cari-bintang-seni-masa-depan